Sejarah dan Kronologi Berdirinya Yayasan Pendidikan Islam Al-Fathimiyah

A. IDE DAN MOTIVASI MENDIRIKAN YAYASAN
Ide pertama untuk mendirikan yayasan berasal dari Bapak H. Achmad Kasum. Ide tersebut muncul atas motivasi dan kenyataan:

Pertama, Firman Allah SWT: “Orang mu’min laki-laki dan perempuan sebagian mereka menjadi pemimpin sebagian yang lain, menyeru kepada kebaikan dan mencegah kepada kemunkaran.” (QS. At-Taubah : 71).

Berdasarkan firman Allah di atas, bahwa berbuat kebajikan serta memperhatikan nasib generasi penerus pada hakekatnya merupakan tuntutan yang wajib dilakukan oleh setiap muslim. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk merealisasikan terwujudnya tuntutan tersebut, didorong oleh rasa kemanusiaan dan tanggungjawab.

Kedua, kurangnya sarana keagamaan yang memadai khususnya di kecamatan Telukjambe pada waktu itu. Karena kurangnya sarana keagamaan, akibatnya sulit untuk mengkoordinasi dan menjaring kegiatan-kegiatan keagamaan di masyarakat. Akibat selanjutnya, masyarakat menjadi tertinggal (awam) dalam hal-hal yang berkaitan dengan pengetahuan agama. Sebelum berdirinya yayasan masih banyak tradisi masyarakat yang bisa dikategorikan perbuatan negatif, seperti kebiasaan berjudi melalui permainan kartu, kebiasaan meminum minuman yang memabukkan dan lain sebagainya.

Ketiga, Memperbaiki taraf hidup masyarakat di pedesaan merupakan tugas dan kewajiban ummat Islam dalam rangka mengisi kemerdekaan dengan amal kebaikan, memberantas kebodohan, kekufuran dan kekafiran.

Keempat, telah banyak putra-putri masyarakat Telukjambe yang mencari ilmu ke luar daerah, baik yang mesantren maupun kuliah di Perguruan Tinggi. Dan mereka tentunya akan kembali ke masyarakatnya untuk mengamalkan berbagai disiplin ilmu yang mereka dapat. Aset ini memerlukan wadah untuk dikoordinir dengan baik.

Kelima, semakin derasnya tantangan luar, baik melalui mass media maupun pergaulan sehari-hari. Di masyarakat sedang terjadi penetrasi budaya atau Cultural Shock (kejutan-kejutan budaya) yang dapat menggoyahkan nilai-nilai aqidah. Seharusnya masyarakat dibekali pengetahuan agama agar dapat merealisasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari, dan sekaligus akan menjadi filter yang dapat menyaring bahkan menolak budaya-budaya yang bertentangan dengan norma-norma agama. Agama dapat mengarahkan manusia ke jalan yang lurus dan benar. Lewat yayasan inilah nilai-nilai agama kami pancarkan.

B. MUSYAWARAH PEMBENTUKAN YAYASAN
Atas landasan ide dan motivasi di atas, pembentukan yayasan dapat direalisasikan. Beberapa kali diadakan musyawarah antara tokoh masyarakat dan para asatidz.

1. Musyawarah pertama diadakan di rumah Bapak H. Achmad Kasum, hari Senin tanggal 07 September 1992 jam 20.30-21.30 WIB. Hasil musyawarah antara lain: Niat H. Achmad Kasum untuk mewaqafkan sebagian hartanya berupa tanah darat seluas 2.386 M2 dan tanah sawah seluas 0.947 M2 yang berlokasi di kp. Sukatani desa Pinayungan kec. Telukjambe, dan menugaskan H. Zaenal Abidin Ahmad untuk meminta keterangan tentang batas-batas tanah tersebut di Kantor Desa Pinayungan. Musyawarah pertama ini dihadiri oleh H. Achmad Kasum, H. Abdurrahman, Kyai Zenal Abidin, Hj. Maemunah dan H. Zaenal Abidin Ahmad.

2. Musyawarah kedua diadakan di rumah Bapak H. Achmad Kasum, hari Selasa tanggal 15 September 1992. jam 16.30-18.00 WIB. Hasil musyawarah antara lain : Pengecekkan keterangan tentang batas-batas tanah yang akan diwaqafkan yang ditandatangani Kepala Desa Pinayungan, H. Supardi Holil, sesuai dengan batas-batas yang ditunjukkan oleh Bapak H. Achmad Kasum.

Menugaskan H. Zaenal Abidin Ahmad untuk menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Yayasan serta proposal pengajuan terbentuknya yayasan ke Notaris. Musyawarah kedua ini dihadiri oleh H. Achmad Kasum, H. Abdurrahman, Kyai Zenal Abidin, Hj. Maemunah dan H. Zaenal Abidin Ahmad.

Hari Rabu tanggal 16 September 1992 jam 10.30 di Kantor KUA Kecamatan Telukjambe Kabupaten Karawang Ikrar Waqaf diucapkan dan ditandatangani oleh H. Achmad Kasum sebagai Waqif, H. Zaenal Abidin Ahmad sebagai Nadzir, K.H. Zenal Abidin dan Bapak Ano sebagai saksi serta ditandatangani oleh Kepala KUA Telukjambe sebagai pejabat yang berwenang.

3. Musyawarah ketiga diadakan di rumah Bapak H. Achmad Kasum, hari Ahad tanggal 20 September 1992 jam 09.00-11.00 WIB. Hasil musyawarah antara lain : disepakati Rancangan Anggaran Dasar (AD) yang disusun oleh H. Zaenal Abidin Ahmad dan disahkannya Rancangan Personalia Yayasan periode 1992 – 1997.

Pada tanggal 21 September 1992 jam 08.WIB. para pendiri yayasan menuju PEMDA Kabupaten Karawang menemui Bapak Drs. H. Solihin, kemudian bersama-sama menghadap Notaris Ida Rosyida Suryana, S.H.di Karawang.

Pada jam 10.37 WIB tanggal 21 September 1992 adalah hari yang bersejarah yaitu telah berdiri sebuah Yayasan Pendidikan Islam yang diberi nama Al-Fathimiyah dengan para pendiri : H. Achmad Kasum, K.H. Zaenal Abidin, Drs. H. Solihin dan H. Zaenal Abidin Ahmad.

Nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Fathimiyah diusulkan oleh H. Zaenal Abidin Ahmad atas persetujuan H. Achmad Kasum. Nama tersebut nisbat dari Hj. Fathimah. Beliau adalah ibu dari H. Achmad Kasum yang mewaqafkan sebagian hartanya untuk kepentingan agama.

Selanjutnya Yayasan Pendidikan Islam Al-Fathimiyah disingkat YASPIYAH atas usul dan ide Drs. Tajudin Ahmad.

C. STATUS
Akte Notaris Ida Rosyida Suryana, S.H. nomor 194 tanggal 21 September 1992. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) nomor 1.513.022.208 tanggal 26 September 1992, dan telah mendapat pengesahan Pengadilan Negeri Karawang pada tanggal 30 September 1992 nomor 16/N/45/92/Pn.KRW.

D. TUJUAN
  1. Membentuk generasi muslim yang berakhlaq mulia, berilmu, cakap dan mempunyai kesadaran dalam bertanggung jawab terhadap kesejahteraan ummat serta masa depan bangsa dan negara Republik Indonesia.
  2. Membentuk masyarakat Indonesia yang berkepribadian sesuai dengan tujuan Pendidikan Nasional melalui jalur formal dan non formal dalam upaya mewujudkan kesejahteraan lahir bathin ummat Islam.
  3. Mendidik masyarakat Indonesia untuk menjadi seorang muslim yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki kecerdasan, keterampilan dan berbudi luhur sebagai warga negara Indonesia.
  4. Turut serta dalam mempersiapkan generasi pembangunan yang shalih shalihah, mulia akhlaqnya dan berbakti kepada kedua orang tuanya
E. VISI DAN MISI

Visi Yayasan
Membentuk generasi muslim yang kaaffah, yaitu generasi muslim yang dapat memahami, menghayati dan mengamakan ajaran Islam secara totalitas

Misi Yayasan
  1. Menyelengarakan proses pendidikan dan pengajaran yang berciri khas Islam dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa.
  2. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan yang relevan, keterampilan yang memadai dan atau karakter yang dapat diandalkan.
  3. Mempersiapkan peserta didik agar mampu menjadi khalifatullah yang berakhlaq mulia dalam arti mampu mengelola, mengembangkan dan melestarikan alam.
  4. Membentuk SDM yang dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam dalam berbagai disiplin ilmu yang memadai.
  5. Menumbuhkembangkan, memberdayakan dan meningkatkan sumber potensi yang dimiliki dengan dilandasi semangat dan etos kerja yang baik dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.
  6. Meningkatkan SDM yang berkualitas, sehingga mampu menciptakan suasana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang kondusif.
F. LEMBAGA-LEMBAGA YAYASAN
Semenjak beroperasi pada tahun 1993, Yayasan Pendidikan Islam Al-Fathimiyah step by step merealisasikan program-program kerjanya yang tercantum dalam Anggaran Dasar. Sampai awal Tahun Pelajaran 1424-1425 H. / 2003-2004 M., Yayasan Pendidikan Islam Al-Fathimiyah telah mendirikan beberapa Lembaga Pendidikan, yaitu:
  1. Madrasah Diniyah Awwaliyah (MDA) berdiri tahun 1413 H./1993 M.
  2. Madrasah Diniyah Wustho’ berdiri tahun 1417 H./1996 M
  3. Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKA/TPA) berdiri tahun 1417 H./1997
  4. Taman Kanak-kanak Al-Qur’an Lanjutan (TKAL) berdiri tahun 1418/1998.
  5. Madrasah Tsanawiyah (MTs./SLTP) berdiri tahun 1418 H. / 1998.
  6. Pondok Pesantren berdiri tahun 1418 H. / 1998 M.
  7. BMT (Bait al-Maal wa at-Tamwiil) berdiri tahun 1423 H. / 2002 M.

Dapatkan pemberitahuan update konten via email

Risalah Al-Fathimiyah