Pasir dan Batu

Ada kisah tentang dua orang sahabat yang melakukan perjalanan menuntut ilmu ke sebuah negeri. Dengan bekal seadanya mereka harus mengarungi padang pasir. Sebut saja kedua sahabat ini si A dan si B.

Di suatu tempat, A dan B terlibat perdebatan sengit. A ingin perjalanan tetap dilanjutkan. Sementara B ingin perjalanan dihentikan karena bekal yang mereka bawa mulai menipis.

Perdebatan cukup panas, dan tak kunjung menghasilkan solusi. Hingga tiba-tiba A menampar B karena tak sanggup lagi menahan emosi.

Tanpa mengucapkan sepatah kata, B menulis di pasir: “HARI INI SAHABAT BAIKKU MENAMPARKU”.

B mengalah. Mereka lalu melanjutkan perjalanan. Dan dalam perjalanan berikutnya, mereka menemukan danau, lalu mandi di danau tersebut. Tanpa sepengetahuan mereka berdua, di danau itu ada lumpur hisap. Dan tiba-tiba, B terjebak dalam lumpur hisap dan mulai tenggelam. A pun datang menolong.

Setelah berhasil diselamatkan, B kembali menulis, kali ini di atas batu: “HARI INI SAHABAT BAIKKU TELAH MENYELAMATKANKU”.

A merasa heran dengan polah B yang menulis di atas pasir pada satu saat, dan di saat yang lain menulis di atas batu.

A bertanya pada B: “Tadi kau menulis di pasir, sekarang kau menulis di atas batu, mengapa ?”
B menjawab, “Jika seseorang melukai hati kita, sebaiknya kita menulis kejadian itu di atas pasir agar angin pengampunan dapat menghapusnya. Namun, bila seseorang berbuat baik kepada kita, hendaknya kita mengukir peristiwa itu di batu sehingga angin takkan pernah dapat menghapusnya.”

Sahabatku… Jadilah pribadi yang mudah untuk memaafkan kesalahan-kesalahan seseorang kepada kita sebagaimana Allah SWT berfirman: “…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An Nuur, 24:22)

“… dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. At Taghaabun, 64:14)

Adapun dalil tentang berbuat baik adalah firman Allah SWT dalam QS. Al-Isra’ ayat 7, yang artinya: “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri.”

(Hj. Ade Sa’diyah Ahmad, S. Sos, dari berbagai sumber)

Dapatkan pemberitahuan update konten via email

Risalah Al-Fathimiyah